Ringkasan Materi Geografi Kelas 11 Bab 2 Antroposfer

Posted on
Advertisements

Berikut ringkasan materi Geografi kelas 11 Bab 2 yang membahas tentang Antroposfer. Ringkasan materi ini disusun dari buku LKS Geografi Kelas 11 terbitan dari Indocamprima.

Ringkasan Materi Geografi Kelas 11
Bab 2: Antrofosfer

Kuantitas Penduduk

Jumlah penduduk menjadi suatu hal yang menentukan kebijakan pembangunan, karena semua kegiatan pembangunan ditujukan untuk menaikkan taraf hidup penduduk.

Jumlah penduduk Indonesia mengalami perkembangan yang tinggi, karena jumlah penduduk Indonesia yang banyak, maka pertambahan penduduk juga banyak.

Lebih dari sepertiga jumlah penduduk di pulau Jawa dan pada umumnya berada di kota-kota besar.

Perbedaan jumlah penduduk tersebut berakibat pada:

  1. Pulau Jawa yang relatif lebih sempit mempunyai jumlah penduduk yang banyak, berarti kepadatan penduduk di pulau Jawa jauh lebih tinggi daripada di luar Jawa.
  2. Kebutuhan pangan untuk penduduk pulau Jawa akan semakin tinggi dibandingkan dengan di luar pulau Jawa.
  3. Lahan pertanian di pulau Jawa semakin sempit karena lebih banyak diperuntukkan bagi lahan permukiman.
  4. Pertumbuhan industri menjadi lebih terpusat di pulau Jawa (aglomerasi) dengan banyaknya tenaga kerja yang ada.
  5. Terjadi ketidakseimbangan pertumbuhan di wilayah antara Pulau Jawa dengan di luar Pulau Jawa.

 Bagaimana Menghitung Jumlah Penduduk?

A. Sensus Penduduk

Sensus penduduk atau cacah jiwa adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, dan publikasi data demografis pada suatu periode waktu tertentu. Sensus penduduk dilakukan oleh pemerintah dalam waktu 10 tahun sekali. 

Dalam sensus penduduk, harus diperhatikan:

  1. Ketersediaan tenaga sensus
  2. Keterampilan tenaga sensus
  3. Biaya operasional
  4. Keamanan

Sensus penduduk dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Sensus de facto, adalah cara sensus dengan mendata semua orang yang ditemui di suatu daerah pada suatu saat dilakukan sensus. 

Sensus de yure, adalah cara sensus dengan mendata semua penduduk berdasarkan tempat tinggalnya. 

B. Registrasi Penduduk

Registrasi penduduk adalah pencatatan kejadian penduduk dari waktu ke waktu secara terus-menerus yang dilakukan oleh lembaga tertentu seperti kelurahan, kecamatan, puskesmas, dan sebagainya. 

C. Survai Penduduk

Survai penduduk memiliki kegiatan yang sama dengan registrasi penduduk, hanya pads survai penduduk ditujukan untuk keperluan data tertentu dan dilakukan tidak dalam periode yang tetap. 

Pertumbuhan Penduduk

A. Pertumbuhan Penduduk Alami

Adalah selisih dari jumlah kelahiran dengan jumlah kematian. Pertumbuhan alami hanya mengukur pertambahan penduduk yang terjadi karena faktor internal (alami) tanpa memperhitungkan faktor eksternal (imigrasi dan emigrasi).

Untuk menghitung pertumbuhan penduduk alami, menggunakan rumus:

B. Pertumbuhan Penduduk Migrasi

Adalah pertumbuhan penduduk yang berasal dari perpindahan penduduk (migrasi penduduk). Migrasi penduduk ada dua macam, yaitu:

  • Imigrasi, ialah orang-orang yang pindah ke dalam suatu wilayah
  • Emigrasi, ialah orang-orang yang pindah ke luar suatu wilayah

Rumus pertumbuhan penduduk migrasi yaitu:

C. Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total Adalah jumlah pertumbuhan penduduk alami (selisih antara kelahiran dengan kematian) ditambah pertumbuhan migrasi (selisih antara jumlah imigrasi dan emigrasi). Rumus pertumbuhan penduduk total: 

Proyeksi Penduduk

Proyeksi penduduk ini penting karena dapat digunakan untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan jumlah penduduk, misalnya sarana pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya.

Untuk memproyeksikan penduduk, digunakan rumus:

Mobilitas Penduduk

Adalah gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya. Imigrasi dan emigrasi merupakan bentuk dari mobilitas penduduk, namun demikian mobilitas penduduk lebih luas cakupannya. 

Mobilitas penduduk dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Mobilitas penduduk permanen/tetap, adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya dengan tujuan tinggal secara menetap.
  2. Mobilitas penduduk non-permanen/tidak tetap, adalah perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya dengan tujuan tidak menetap/bersifat sementara.

Mobilitas penduduk tidak tetap, dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Sirkulasi, adalah orang-orang yang datang ke tempat tertentu dalam waktu yang singkat dan bersifat temporer.
  • Orang yang sedang melakukan wisata ke suatu daerah.
  • Orang yang sedang bekerja secara tidak menetap/pekerja musiman.
  • Orang yang datang ke suatu daerah untuk menjenguk saudara.
  • Orang-orang yang sedang mengungsi.
  1. Komutasi, adalah orang-orang yang datang ke suatu daerah tertentu tanpa tinggal di daerah itu tetapi dilakukan secara terus-menerus. Orang yang melakukannya disebut sebagai komuter.

 Komposisi Penduduk

Adalah pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. 

A. Komposisi penduduk berdasarkan ekonomi

Berdasarkan penghasilan:

  • Penghasilan di atas rata-rata
  • Penghasilan rata-rata
  • Penghasilan di bawah rata-rata

Berdasarkan jenis pekerjaan:

  • Pegawai
  • Pedagang
  • Petani
  • Dll

B. Komposisi penduduk berdasarkan sosial

Menurut tingkat pendidikan:

  • Tamat perguruan tinggi
  • Tamat SLTA
  • Taman SLTP
  • Tamat SD
  • Tidak tamat SD

Menurut status perkawinan:

  • Belum kawin
  • Kawin
  • Janda/duda
  • Menurut jumlah keluarga
  • Jumlah anak lebih dari 5
  • Jumlah anak antara 3-4
  • Jumlah anak antara 1-2
  • Tidak memiliki anak

C. Komposisi penduduk berdasarkan tempat tinggal

  • Penduduk desa
  • Penduduk kota

D. Komposisi penduduk  berdasarkan jenis kelamin dan usia

Piramida Penduduk

Garis vertikal menggambarkan usia penduduk (0-4, 5-9, dan seterusnya), sedangkan garis horizontal menggambarkan besarnya jumlah penduduk.

Ada 3 bentuk piramida penduduk, yaitu:

a). Bentuk piramida seperti kerucut (ekspansif)

Bentuk piramida seperti gambar tersebut menjadi ciri negara berkembang. Pada piramida tergambar bahwa usia muda/anak-anak jumlahnya jauh lebih tinggi dari orang dewasa dan tua. Jumlah kelahiran jauh lebih tinggi daripada jumlah kematian.

b). Bentuk piramida seperti granat (konstruktif)

Bentuk piramida seperti granit dinamakan juga dengan piramida stasioner karena pertambahan penduduk bersifat tetap. Jumlah kelahiran relatif sama dengan jumlah kematian. Piramida seperti ini terdapat di negara maju.

c). Bentuk piramida seperti nisan (stasioner)

Piramida penduduk seperti nisan terdapat pada negara yang mendekati Zero Population Growth (ZPG). ZPG yaitu angka kelahiran yang hampir mendekati nol. Pada piramida ini, tampak bahwa jumlah kelahiran sangat kecil dibandingkan dengan angka kematian. Piramida seperti ini terdapat di negara-negara Eropa seperti Inggris, Jerman dan sebagainya.

A. Masalah Pertambahan Penduduk

Pertambahan penduduk yang tidak terkendali dapat menyebabkan terjadinya ledakan penduduk (eksplosif). Bila hal ini terjadi, maka akan menimbulkan masalah seperti:

  • Kebutuhan pangan yang sangat tinggi yang apabila tidak dipenuhi, akan menyebabkan penyakit terutama kekuranhan gizi
  • Lapangan kerja yang semakin sempit
  • Kesempatan pendidikan yang tidak memadai
  • Tingkat kesehatan yang rendah
  • Lahan produksi semakin sempit

B. Cara Mengatasi Ledakan Jumlah Penduduk

Melakukan program Keluarga Berencana

Meningkatkan pendidikan masyarakat

Meningkatkan taraf hidup masyarakat

Kualitas Penduduk

A. Kualitas Penduduk Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan merupakan dasar dari pembentukan kualitas manusia. Tingkat pendidikan di Indonesia memang belum seperti di negara-negara maju. Beberapa faktornua ialah:

  1. Kurangnya sarana pendidikan yang belum cukup untuk memberi pendidikan yang optimal.
  2. Tingkat pendapatan penduduk yang rendah, sehingga tidak memungkinkan memberikan pendidkkan yang layak.
  3. Masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan tidak penting.
  4. Masih rendahnya angka partisipasi kaum perempuan akan kualitas pendidikan, terutama di desa-desa.

B. Kualitas Penduduk Berdasarkan Kesehatan

Semakin banyak penduduk yang sakit, akan semakin rendah kualitas penduduk tersebut ditinjau dari aspek kesehatan. Ukuran dasar yang dijadikan indikator untuk mengukur kualitas penduduk berdasarkan tingkat kesehatan, yaitu angka kematian bayi (infant mortality rate).

Semakin tinggi angka kematian bayi, maka semakin rendah kualitas kesehatan penduduk di negara tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kematian bayi di suatu negara antara lain:

  1. Status gizi makanan penduduk
  2. Ketersediaan dan daya obat-obatan
  3. Tingkat penghasilan dan pendidikan penduduk
  4. Sanitasi kesehatan lingkungan

Daftar Pustaka
Drs. Hadi Siswanto, 2014 GEOGRAFI kelas 11 semester 1, Penerbit: Indocamprima
rangkuman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *