materi biologi

Ringkasan Materi Jaringan Tumbuhan dan Hewan

Posted on
Advertisements

Di Bab 2 K13 Revisi akan mempelajari mengenai Jaringan Tumbuhan dan Hewan dari Materi Biologi Semester 1 secara ringkas. 

Jaringan Tumbuhan dan Hewan

Jaringan Tumbuhan dan Hewan
Photo by Akil Mazumder on Pexels.com

Jaringan Tumbuhan

Jaringan di tumbuhan terdapat yang memiliki sifat meristematis, adalah jaringan muda masih aktif membelah serta ada pula memiliki sifat permanen, diantaranya jaringan dewasa tidak membelah.

Jaringan Meristem

Pertumbuhan yang tinggi serta besar tersebut disebabkan ada aktivitas pembelahan terhadap jaringan tumbuhan, jaringan aktif membelah tersebut disebut dengan jaringan meristem. Jaringan meristem tersebut memiliki sifat-sifat diantaranya, sel-sel muda pada fase pembelahan serta pertumbuhan. Berdasarkan letaknya, meristem ini dibedakan dengan:

Meristem Ujung / Apikal

Meristem ini adalah jaringan mudah terbentuk sel-sel intial yang ada di ujung dari peralatan tumbuhan. Adanya meristem tersebut, tumbuhan bisa bertambah tinggi serta panjang. 

  1. Meristem Samping / Lateral, Meristem lateral adalah jaringan mudah terbentuk sel-sel initial terletak diantara bagian alat tumbuhan / antara jaringan dewasa. Berdasarkan terjadinya, jaringan ini dibedakan menjadi 2 bagian, diantaranya:
  2. Meristem Primer, adalah jaringan mudah asalnya dari sel intial disebut dengan promeristem. Meristem primer ini terletak di ujung akar serta ujung tumbuhan. Berdasarkan Hanstein, di bagian ujung akarnya dibagi menjadi 3 daerah, diantaranya:
  1. Dermatogen akan berkembang menjadi epirdemis.
  2. Periblem akan berkembang menjadi korteks.
  3. Pleron akan berkembang menjadi stele.

Meristem di ujung batang berdasarkan Schmidit dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Korpun, bagian yang satu ini adalah bagian pusat titik tumbuh, mempunyai area luas serta sel-selnya sangat relative besar. 
  2. Tunika, bagian tersebut adalah bagian terluar dari titik tumbuh. 
Meristem Sekunder

Meristim ini asalnya dari jaringan dewasa serta berikutnya berubah sehingga menjadi meristematis. Sel tersebut berbentuk pipih maupun prisma pada bagian tengahnya ada vakuola

Jaringan Permanen / Dewasa

Jaringan permanen ini adalah jaringan tidak aktif membelah serta telah lama diferensi. Jaringan tersebut memiliki ukuran  relative besar daripada sel-sel meristem. Struktur tumbuhan diantaranya ada jaringan-jaringan, yaitu:

Epirdemis

Jaringan epirdemi ada di paling luar terhadap alat tumbuha primer misalnya batang daun, akar, buah, bunga, serta biji. Epirdemis tersebut terdiri dari lapisan sel. Memiliki bentuk bermacam-macam. Epirdemis adalah sel hidup dikarenakan masih memilki kandungan protoplas, meski jumlahnya sedikit. 

Sel-sel intial epidermis bisa berkembang sebagian menjadi peralatan tambahan lainnya seringkali disebut dengan derivate epirdemis, yaitu:

  1. Stomata, merupakan celah yang ada di epirdemis organ tumbuhannya. Di semua tumbuhan memiliki warna hijau, lapisan epidermis memiliki kandungan stomata terbanyak di daunnya. Stomata tersebut yaitu bagian celah, sel penutup, sel tetangga, serta ruang udara bagian dalam. 
  2. Trikoma, terdiri dari sel tunggal maupun banyak sel, peranana trikoma ini untuk tumbuhan, yaitu trikoma yang ada di epirdemis daun memiliki fungsi untuk kurangi penguapan, serap air dan garam mineral, dan kurangi gangguan hewan.
Parenkim 

Parenkim adalah jaringan memiliki bentuk atas sel hidup, jaringan parenkim disebut pula dengan jaringan dasar dikarenakan hampir di setiap tumbuhan akan ada parenkim. Berbagai organ tubuh tumbuhannya yang memiliki kandungan jaringan parenkim, diantaranya akar, batang, pembentuk daging buah, mesofil daun, pembentuk endosperma.

Jaringan Penunjang / Mekanik 

Jaringan mekanik ini memiliki fungsi agar dapat memiliki kekuatan terhafdap tumbuhan tingkat tinggi. Di tumbuhan tingkat tinggi ini memiliki batang besar serta tinggi, memiliki pengaruh kekurangan kandungan air terhadap sel-selnya bisa diatasi adanya jaringan mekanik tersebut, sehingga umbuhannya tetap tegak sama sekali tanpa alami kelayuan. Jaringan mekanik ini dibedakan menjadi 2, diantaranya yaitu:

Koleknkim

Jarngan kolenkim ini ada pada organ suatu tumbuhan, terutama terhadap golongan dikotil adalah di bagian batang, daun, serta bunga. Jarang ada di bagian akar ada pada tanah. Bentuk sel kolenkim ini terdapat yang panjang serta pendek.

Sel pendek memiliki bentuk seperti halnya prisma, sedangn panjangnya memiliki bentuk hampir sama dengan serta yang memiliki ukuran kurang lebih 2 mm. Jenis-jenis kolenkim diantaranya, kolenkim sudut (angular), Kolenkim papan (lamellar), Kolenkim tubular (lakuna), dan Kolenkim tipe cincin.  

Sklerenkim

Jaringan sklerenkim adalah jaringan mekanik hanya ada di organ tumbuhan tidak lagi adakan perkembangan serta tumbuhan maupun organ tumbuhan sudah tetap. Sklerenkim memiliki fungsi agar data hadapi banyak tekanan hingga bisa lindungi jaringan lebih lemah. Jaringan sklerenkim dibedakan menjadi 2, yaitu serta sklerenkim / fibers dan sel-sel batu / sklereid

Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut terhadap tubuh tumbuhan yaitu diantaranya xylem serta floem. Jaringan tersebut adalah jaringan khusus. Fungsinya untuk tumbuhan, adalah sebagai jaringan agar dapat mengangkut zat mineral diserap akar dari tanah maupun zat makanan yang sudah dihasilkan terhadap daun agar dapat disalurkan pada bagian lain semuanya memungkinkan suatu tumbuhan bagi hidup serta berkembang. Jaringan xylem serta floem terhadap batang tumbuhan, adalah:

Xilem / Pembuluh Kayu

Fungsi Xilem ini merupakan sebagai tempat pengangkut air serta zat mineral dari akarnya pada bagian daun. Susunan xylem tersebut adalah jaringan pengangkut secara kompleks, yaitu banyak bentuk sel. Diantara unsur utama xylem, yaitu:

  1. Trakeid
  2. Trakea / komponen pembuluh
  3. Parenkim xylem
Floem

Floem ini memiliki fungsi agar dapat mengangkut serta sebarkan zat makanan yang merupakan hasil dari fotosintesis dari bagian lainnya yang terdapat di bawahnya. Floem ini diantaranya memiliki unsur, yaitu:

  1. Unsur tapis
  2. Sel pengantar
  3. Sel albumin
  4. Parenkim floem
  5. Serat floem
  6. Kolateral

Organ Tumbuhan

Sama halnya dengan hewan serta manusia, tubuh tumbuhan juga tersusun dari organ. Tumbuhan tersebut terdiri dari organ-organ, diantaranya:

Akar

Akar adalah organ tumbuhan umumnya ada pada tanah, meski di beberapa tumbuhan tertentu, terapat akar menjulang ke atas tanah. Jika akar primer ini dipotong melintang didapatkan struktur jaringan akar tumbuhan terhadap irisan melintang, diantaranya yaiu:

Epirdemis

Adalah lapisan penutup luar terdiri dari selapis sel berdinding tipis berlapis kutikula dengan susunan secara rapat. 

Korteks

Lapisan koteks ini terdiri dari sel parenkim berdinding tipis serta tersusun logar hingga ada ruang antar sel. 

Endodermis

Lapisan yang satu ini sebetulnya ada sel korteks terdiri dari sel berbentuk kotak serta tersusun rapat sama sekali tanpa rongga antar sel. 

Silinder Pusat maupun Stele

Lapisan ini adalah lapisan paling dalam terdiri dari bagian-bagian yaitu:

  1. Perisikel / perikambium
  2. Berkas pengangkut / xlem dan floem 
  3. Jari empulur

Batang

Batang adalah organ tumbuhan umumnya hanya terletak pada atas tanah, meski terdapat berbagai tumbuhan batangnya ada dalam tanah. Jaringan yang menyusun batang suatu tumbuhan yaitu: 

  1. Batang dikotil
  2. Batang monokotil

Daun

Daun adalah bagian tumbuhan memiliki fungsi agar dapat memproses fotosintesis. Umumnya daun tersusun dari berbagai lapisan, yaitu:

  1. Epirdemis
  2. Parenkim maupun Mesofil
  3. Berkas pengangkut

Kultur Jaringan

Teknik kultur jaringan adalah cara perbanyakan tumbuhan dengan invitro. Melalui kultur yang satu ini, jaringan tumbuhan ini diambil sedikit, kemudian ditumbuhkan pada media buatan hingga tumbuh menjadi tanaman dengan sempurna. 

Langkah Teknik Kultur Jaringan

  1. Siapkan media tumbuh terdiri dari campuran garam mineral dengan isi unsur makro serta mikro
  2. Siapkan eksplan.
  3. Tanamkan eksplan di media yang sudah disiapkan. 
  4. Sesudah terbentuk calon tumbuhan / akar / tunas, maka dipindahkan pada media tanah. 

Masalah / Gangguan terhadap Kultur Jaringan

  1. Kontaminasi oleh jamur, bakteri, virus, serta lainnya. 
  2. Browning / pencolokan.

Kelebihan serta Kelemahan Teknik Kultutr Jaringan

  1. Kultur jaringan adalah cara hasilkan jumlah bibit tanaman banyak pada waktu saingkat. 
  2. Tidak perlukan tempat luas.
  3. Tidak tergantung dengan musim.
  4. Bibit dihasilkan lebih sehat.
  5. Memungkinkan dilakukan manipulasi gen. 

Jaringan Hewan

Ilmu mempelajari jaringan hewan yaitu hostologi. Jaringan tersebut dianaranya yaitu jaringan otot, saraf, lemak, serta darah. Agar dapat pahami mengenai jenis jaringan manusia diantaranya:

Jaringan Epitel

Pada permukaan kulit terdapat banyak ditemui jaringan, yaitu daging, saraf, darah, serta lainnya. 

Jaringan Konektif / Penyambung

Jaringan ini memiliki sel-sel susunannya tidak begitu rapat, diantara jaringan konektif ini yaitu: 

  1. Jaringan pengikat, jaringan ini memiliki fungsi mengikat. 
  2. Jaringan penunjang / penguat, memiliki fngsi agar dapat melindungi organ tubuh lemah. 
  3. Jaringan darah seta limpe, darah adalah cairan tubuh memiliki fungsi sebagai suatu alat transfortasi. 
  4. Jaringan penghubung berserat, jaringan penghubung memiliki serta tersusun dari sel lemak memiliki bentuk polygonal

Jaringan Otot

Jaringan ini terdiri dari serabut otot tersusun dari sel otot. Otot ini dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Otot lurik / kerangka
  2. Otot polos
  3. Otot jantung

Jaringan Saraf

Jaringan ini tersusun dari sel saraf disebut dengan neuron. Berdasarkan fungsi, sel saraf ini dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: 

  1. Saraf motoric / neuron aferen, bertugas untuk hantarkan rangsang dari organ sebagai penerima rangsang / reseptor pada pusat susunan saraf. 
  2. Saraf motoric / neuron eferen, tugasnya yaitu hantarkan rangsang dari pusan susunan sarafnya pada bagian efektor
  3. Saraf konektor / asosiasi, bertugas untuk hubungkan antar saraf sensorik serta motoric

Organ

Organ adala kumpulan dari banyaknya jaringan bekerjasama untuk jalankan fungsi yang sama. Diantara jenis organ luar yaitu, mulut, kulit, hidung. Sedang bagian dalam yaitu paru-paru, hati, jantung, ginjal, serta lainnya. 

Sistem Organ

Sistem organ adalah dari banyaknya organ bekerjasama agar dapat melakukan fungsi tertent. Terdapat jenis sitem organ pada tubuh manusia, yaitu repirasi, percernaan, sirkulasi, reproduksi, eksresi, gerak, saraf, peredaran darah, serta lainnya. 

Sumber Materi: Buku Biologi Kelas 11 Semester 1 Terbitan BSE

rangkuman
Gravatar Image
Keseharian mengajar, hobi menulis dan membaca buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.