geografi

Ringkasan Materi Geografi Kelas 11 Semester 2 Bab 2 Lingkungan hidup

Posted on
Advertisements

Berikut ringkasan materi Geografi kelas 11 untuk materi semester 2 bab 2 yang membahas tentang Lingkungan Hidup. Berikut ringkasan materi lengkapnya.

Ringkasan Materi Geografi Lingkungan Hidup

waterfalls in forest
Photo by Pixabay on Pexels.com

Pengertian Lingkungan Hidup

Apa itu lingkungan hidup? Dalam Undang-undang No. 23 Tahun 1997 Pasal 1 Ayat (1), pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Lingkungan hidup yang merupakan segala sesuatu yang menunjang hidup manudia itu terdiri atas dua komponen, yaitu:

Lingkungan Biotik

Lingkungan biotik terdiri atas berbagai macam hewan, tumbuhan, dan manusia. Tumbuhan dan hewan terutama digunakan sebagai sumber bahan pangan.

Di samping itu juga untuk kebutuhan lainnya seperti bahan pembuatan rumah, binatang peliharaan, alat transportasi, dan sebagainya.

Manusia tidak bisa hidup sendiri karena sebagai makhluk sosial. Hubungan  antar  manusia menyebabkan terjadinya kegiatan hidup sehari-hari.

Lingkungan Abiotik 

Lingkungan abiotik sangat dibutuhkan dalam hidup manusia. Tanpa lingkungan abiotik fisik, sangat tidak mungkin bagi manusia untuk hidup. Lingkungan fisik seperti air, gunung, tanah, dan udara yang segar sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia.

Berdasarkan pada fungsinya dalam ekosistem, komponen faktor, biotik bisa dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.

Produsen merupakan makhluk hiduo yang dapat menghasilkan bahan organik dari zat anorganik. Konsumen adalah organisme yang tidak dapat mensistensi makanannya sendiri.

Adapun pengurai merupakan organisme yang menguraikan senyawa organik menjadi senyawa anorganik yang lebih sederhana.

Adapun faktor-faktor biotik dapat membentuk satuan ekosistem, yaitu meliputi individu, populasi, dan komunitas. Individu merupakan sebutan untuk makhluk hidup yang tunggal, populasi merupakan sekelompok individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu.

Sedangkan komunitas merupakan seluruu populasi makhluk hidup yang hidup bersama-sama di suatu daerah tertentu.

Faktor-faktor abiotik ekosistem terdiri atas semua benda mati yang ada di sekitar organisme seperti tanah, air, udara, cahaya, suhu, kelembaban udara, dan topografi.

Berdasarkan pada ekologi manusia, sebagai cabang ilmu ekologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Lingkungan tersebut dibedakan atas tiga kelompok, yakni lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya.

Lingkungan alam dapat diartikan sebagai kondisi alamiah, sedangkan lingkungan sosial yaitu manusia, baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Adapun lingkungan budaya merupakan hasil aktivitas manusia, baik berupa karsa, karya, maupun rasa. 

Memperhatikan dari pengertian dan ruang lingkup lingkungan hidup, maka terlihat jelas bahwa yang dimaksud lingkungan hidup tidak hanya sebatas tumbuhan, hewan, dan manusia, mrlainkan juga meliputi benda-benda tak hidup yang di dalamnya menciptakan hubungan saling terkait, termasuk perilaku manusia.

Kualitas Lingkungan Hidup

clear light bulb planter on gray rock
Photo by Singkham on Pexels.com

Kualitas lingkungan hidup bisa kita bedakan berdasar pada biofisik, sosial-ekonomi, dan budaya, yaitu:

Lingkungan biofisik

Yaitu lingkungan abiotik dan biotik yang berhubungan secara simbiosis. Lingkungan abiotik (fisik) antara lain batuan, tanah, mineral, udara, air, energi matahari, dan proses yang berada di dalam dan permukaan bumi.

Adapun lingkungan biotik dapat dijelaskan sebagai semua jenis makhluk hidup, mulai dari mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mata, sampai pada binatang dan tumbuhan raksasa.

Kualitas lingkungan biofisik tersebut dapat dikatakan baik jika di antara sistem interaksi menimbulkan kehidupan yang serasi. Jika salah satu di antara sistem tersebut rusak dan tercemar, maka keberadaan kualitasnya akan menurun atau bahkan hancur.

Lingkungan sosial-ekonomi

Yaitu terdiri atas manusia, baik secara individual ataupun kelompok. Standar kualitas lingkungan sosial-ekonomi yang baik apabila kehidupan manusia secara ekonomi sejahtera dan stabil, tidak kekurangan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kebutuhan lainnya.

Ketercukupan kebutuhan itu pun tentu saja jika mereka secara ekonomi memiliki pendapatan yang memadai. Artinya, kualitas sosial-ekonomi dapat tercipta jika lingkungan sosial tersebut sejahtera dan memiliki sumber pendapatan yang memadai.

Lingkungan budaya

Merupakan semua jenis kondisi, mau itu berupa materi (benda) atau juga non materi yang dihasilkan oleh manusia melalui aktivitas dan kreativitasnya. Lingkungan budaya, antara lain dapat berupa bangunan, peralatan, senjata, serta pakaian.

Selain itu, yang juga termasuk dalam lingkungan budaya meliputi tata nilai, norma, pranata, peraturan hukum, sistem politik, kesenian, dan sistem ekonomi.

Standar kualitas lingkungan budaya bisa dikatakan atau dianggap baik apabila lingkungan itu dapat memberikan kenyamanan hidup bagi masyarakat.

Sistem dan nilai sosial bisa memberikan jaminan terhadap keamanan dan kesejahteraan para manusia sebagai anggota masyarakat dan individu. 

Hukum Satu Lingkungan

Dalam keadaan alami, semua komponen lingkungan hidup akan berada pada keadaan seimbang (ekuilibrium). Perubahan pada suatu komponen akan menyebabkan perubahan pada komponen lainnya.

Perubahan tersebut dapat terus seimbang jika bersifat alami seperti terjadinya peristiwa rantai makanan, di mana konsumen yang lebih tinggi akan memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan konsumen di tingkat bawahnya. 

Pengelolaan Lingkungan Hidup

Rusaknya sumber daya alam dapat melalui:

1. Aktivitas Manusia

Manusia dalam kehidupannya selalu memanfaatkan lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Perusakan hutan karena kebutuhan akan kayu menjadi faktor penyebab utama rusaknya hutan.

Hutan yang rusak akan menggangu siklus hidrologi dan siklus udara. Demikian juga rusaknya hutan dapat mengganggu ekosistem yang ada di dalamnya.

2. Bencana Alam

Banyak pandangan bahwa bencana alam adalah sebagai bentuk alam untuk membentuk keseimbangan. Bencana alam yang terjadi setelah sekian lama akan menjadi daerah yang baru.

Misalnya, banjir yang meluap akan membawa endapan yang subur, tanah vulkanik dari letusan gunung akan menjadi tanah yang subur setelah melapuk.

Untuk mengatasi berbagai perusakan alam, dapat dilakukan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)  pada setiap kegiatan manusia. Untuk mengatasi perusakan alam, dapat dilakukan antara lain:

  1. Reboisasi dan rehabilitasi pada hutan yang gundul.
  2. Untuk menghindari tanah longsor, dapat dibuat terasering dan menanam pohon pelindung.
  3. Pembuangan limbah industri yang rendah polutan sehingga tidaj mencemari lingkungan.
  4. Menciptakan hasil industri yang ramah lingkungan.
  5. Mengeksploitasi sumber alam dengan perencanaan yang baik dan terpadu.
Daftar Pustaka
Drs. Hadi Siswanto, 2014 GEOGRAFI kelas 11 semester 2. Penerbit: Indocamprima
rangkuman
Gravatar Image
Situs yang menyajikan ringkasan materi yang singkat dan padat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *