ringkasan sosiologi

Ringkasan Materi Mobilitas Sosial

Posted on
Advertisements

Di bawah ini akan kami share terkait ringkasan materi sosiologi semester 1 kelas 11 Bab 3 K13 Revisi tentang Mobilitas Sosial, diantaranya:

Catatan Penting
Untuk mengakses materi Sosiologi lengkap dari kelas 10, 11, dan 12 kamu bisa klik tombol ringkasan materi di bawah ini!.

Ringkasan Materi Mobilitas Sosial

excited young diverse men and women taking selfie on rooftop
Photo by Kampus Production on Pexels.com

Mobilitas Sosial

Pengertian

Mobilitas sosial bisa diartikan sebagai suatu gerak sosial. Mobilitas sosial merupakan gerak perpindahan sekelompok atau seorang warga  masyarakat dari status sosial ke status sosial lainnya. Ahli sosiologi artikan mobilitas berdasarkan pendapat masing-masingnya, yaitu:

  1. Hunt dan Horton menyatakan bahwa mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan satu kelas sosial pada kelas sosial lain. Perpindahan kelas tersebut bisa diartikan peningkatan ataupun penurunan.
  2. Kimball Young, mengartikan mobilitas sosial yang lebih cenderung pada tujuan. 

Jenis Mobilitas Sosial

Pada umumnya jenis mobilitas sosial dapat dibedakan:

Mobilitas Horizontal

Artinya yaitu perpindahan kedudukan mendatar maupun perpindahan pada lapisan sama. Mobilitas ini mempunyai 2 bentuk yaitu suatu bentuk antargenerasi serta intragenerasi.

  1. Mobilitas sosial horizontal seringkali terjadi pada diri seseorang, seperti seseorang berpindah profesi tanpa lihat status sosial, meski status sosial lebih rendah. Namun akhirnya menjadi sangat sukses.
  2. Mobilitas sosial horizontal antargenerasi, terjadi diantara 2 generasi maupun lebih. Seperti ayah serta ibu.
Mobilitas Vertikal

Adalah perpindahan status sosialnya dialami sekelompok maupun seseorang pada lapisan-lapisan sosial berbeda. Mobilitas ini dibedakan menjadi:

Mobilitas sosial vertikal intragenerasi yaitu mobilitas vertical terjadi pada diri seseorang.

Mobilitas sisal vertikal antar generasi, yaitu mobilitas sosial tidak terjadi pada orang tua itu sendiri, namun terjadi pada 2 generasi. Ciri dari mobilitas vertikal yaitu mobilitas vertikal pada memasyarakat yang anut sistem pelapisan sosial yang terbuka ataupun sistem pelapisan sosial yang tertutup, moilitas vertikal terbadi berdasarkan nilai dan norma berlaku pada masyarakat, kondisi politik serta ekonomi masyarakat, serta saluran pada masyarakat adalah sarana berlangsungnya mobilitas.

Dibandingkan bersama mobilitas horizontal, dimana mobilitas vertikal ini banyak sekali membawa pengaruh terhadap masyarakat. Ciri dari mobilitas vertical, yaitu:

  1. Mobilitas vertikal tentu terjadi di masyarakat menganut sistem suatu lapisan sosial yang terbuka ataupun sistem lapisan sosial tertutup.
  2. Mobilitas vertikal tentu terjadi berdasarkan nilai dan norma berlaku pada masyarakat yang memiliki sangkutan.
  3. Kondisi politik serta ekonomi kalangan masyarakat bersangkutan berpengaruh laju mobilitas secara vertikal.
  4. Saluran pada masyarakat adalah sarana berlangsungnya ada mobilitas vertikal.

Saluran Mobilitas Sosial

Berdasarkan Pitirim A.Sorokin, mobilitas sosial vertical memiliki saluran pada masyarakat. Saluran mobilitas vertical, proses mobilitas vertical ini melalui saluran disebut dengan sosial circulation. Saluran mobilitas ini, diantaranya:

  • Angkatan bersenjata
  • Lembaga keagamaan
  • Sekolah
  • Organisasi politik
  • Organisasi ekonomi
  • Organisasi keahlian

Hunt dan Harton 1987 catat 2 faktor mempengaruhi tingkat mobiltasnya terhadap masyarakat modern, diantaranya:

  1. Faktor structural, yaitu jumlah relative dari setiap tingkat tinggi harus disini dan kemudahan agar dapat mendapatkannya.
  2. Faktor individu, yaitu kualitas setiap kalangan ditinjau dari tingkat pendidikan, keterampilan, serta tampilan pribadi. Faktor nasib pun dikategorikan sebagai suatu faktor individu. 

Kedua faktor tersebut tentunya memiliki sifat saling melengkapi, seperti pada daerah membuka tidak sedikit lowongan pekerjaan, namun penduduknya tidak penuhi kualifikasi berdasarkan yang dibutuhkan.

Faktor Terjadi Mobilitas

Terdapat beberapa faktor dapat mempengaruhi perbahan-perubahan sosial yaitu:

Tingkat Reproduksi

Hal paling mendorong tumbuh mobilitas dikarenakan adanya lapisan tidak bisa produksi berdasarkan kebutuhan. Misalnya tenaga ahli pada sebuah daerah yang terbatas hingga tidak bisa tangani semua pekerjaannya.

Perbedaan Tingkat Migrasi

Seirama bersama perkembangan sosial dan ekonomi kalangan masyarakat, keamanan, kondisi politik, serta mobilitas penduduk Indonesia yang semakin kompleks/rumit. Ragamnya mobilitas tersebut, yaitu:

Mobilitas Internasional

Mobilitas pendidik Indonesia ke luar negeri sebetulnya telah berlangsung selama berabad-abad lamanya, tetapi mulai mencuat semenjak ertengahan dasawarsa 1970.

Mobilitas Internal

Data hasil dari sensus dan survey penduduk antar sensus (SUPAS) perlihatkan mobilitas penduduk ini dengan antar provinsi serta mobilitas perdesaan kota perlihatkan pola sangat sentrik ke Jawa. 

Perubahan Teknologi

Perkembangan dan kemajuan transportasi pada bidang perhubungan sudah alami kemajuan dengan pesat. Hal demikian menunjukan perubahan teknologi. Transportasi dengan menggunakan becak serta delman, sekarang sudah berubah transfortasi dengaan angkutan atau taksi. 

Perubahan Kemampuan

Keterampilan serta pendidikan dapat mepengaruhi terhadap perubahan kemampuan setiap kalangan. Otomatis memilik pengaruh pada mobilitas sosial.

Perubahan Sikap

Dimana perubahan sikap ini bisa mendukung serta menghambat terjadi mobilitas sosial. Misalnya sikap mendukung mobilitas merupakan suatu keinginan agar dapat maju ataupun menyesuaikan diri bersama lingkungannya. 

Maish terdapat bidang lainnya yang mempengaruhi pada proses mobilitas. Bidang-bidang itu diantaranya yaitu:

  1. Bidang ekonomi, bisa dilakukan dengan bebagai peningkatan sarana ekonomi, misalnya pembangunan pasar, perhubungan, serta pembangunan gedung sekolah memadai.
  2. Bidang sosial, bisa dilakukan dengan pemberantasan kemiskinan serta melakukan program anak asuh atau angkat.
  3. Bidang hukum, bisa dilakukan oleh penanggulangan KKN.

Akibatnya dari mobilitas sosial dapat membawa dampak tubuh konflik serta penyesuaian pasca konfliknya. Yaitu:

  1. Timbulnya konflik, proses terjadi pertentangan, yaitu perbedaan pendirian maupun perasaan, kepentingan, kebdayaan, serta sosial.
  2. Penyesuaian pasca konflik, penyesuaian pada perubahan diakibatkan mobilitas sosial, yaitu pelakukan baru kalangan masyarakat pada kelas sosial, penerimaan individu terkait kelompok warga, pergantian dominasi pada sebuah kelompok masyarakat maupun sosial.

Sumber Materi: Buku Sosiologi Kelas 11 Semester 1 Terbitan BSE

rangkuman
Gravatar Image
Keseharian mengajar, hobi menulis dan membaca buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.