ringkasan sosiologi

Ringkasan Materi Perbedaan dalam Masyarakat Multikultural

Posted on
Advertisements

Akan kami sampaikan ringkasan materi terkait Perbedaan dalam Masyarakat Multikultural dari mata pelajaran Sosiologi Semester 2 Kelas 11 Bab 5 K13 Revisi berikut ini.

Catatan Penting
Untuk mengakses materi Sosiologi lengkap dari kelas 10, 11, dan 12 kamu bisa klik tombol ringkasan materi di bawah ini!.

Perbedaan dalam Masyarakat Multikultural

Perbedaan dalam Masyarakat Multikultural
Photo by fauxels on Pexels.com

Akibat Keragaman di Masyarakat

Keragaman masyarakat bisa ditinjau dari berbagai hal, diantaranya yaitu:

Ras

Pembedaan masyarakat sesuai dengan ras dapat didasarkan karena perbedaan ciri fisiknya. Ras adalah konsep biologi, bukanlah kebudayaan. Ciri dikemukakan pada diferensiasi ras yaitu ciri yang menurun.  Tentang diferensi sesuai ras banyak masalah yang muncul, diantara kasus tersebut, yaitu:

  • Politik Apartheid Afrika Selatan
  • Pelaksanaan politik Diskriminasi ras di AS
  • Diskrimasi ras di Jerman

Suku Bangsa

Keragaman suku bangsa yaitu pembedaan masyarakat dengan kebudayaan. Berdasarkan Koentjaraningrat ras merupakan golongan manusia terikat kesadaran serta identitas pada kesatuan kebudayaan. Antar suku bangsa harus bina persahabatan serta kekeluargaan. Sikap tersebut, ditunjukan oleh sikap di bawah ini:

  1. Menghormati masyarakat lain misalnya menghormati diri sendiri.
  2. Mengakui persamaan derajat, harkat, serta martabat manusia.
  3. Memiliki sikap sopan serta ramah terhadap setiap kalangan.
  4. Menyadari semua manusia bersaudara.
  5. Tidak beda-bedakan manusia dikarenakan suku bangsa, bahasa, adat, serta agama berbeda.

Agama

Pemerintahan Indonesia akui serta kembangkan 5 agama, dalah Islam, Kristen, Hindu, Budha, serta Katolik. Kita semua tentunya harus hindari serta jauhi hal-hal di bawah ini:

  • Sikap fanatik berlebihan.
  • Sikap mencampurpadukan ajaran keagamaan.
  • Sikap acuh tidak acuh pada agama maupun kepercayaan yang lain. 

Pentingnya membina kerjasama dengan sesama umat beragama, adalah:

  • Terwujudnya keseimbangan serta keselarasan pada khidupan beragama.
  • Terwujudnya trik kerukunan hidup yang beragama.
  • Terwujudnya kesatuan persatuan bangsa.
  • Terwujudnya sikap menghormati antar umat maupun lembaga agama yang lain.
  • Hindari pertentangan antar umat yang beragama.
  • Terwujudnya sikap menghormai serta laksanakan hak kewajiban, kewenangan serta tugas, dan tanggung jawab bermasyarakat.

Masalah ditimbulkan Keanekaragaman serta Perubahan Kebudayaan

Berdasarkan Van de Berghe terdapat berbagai sifat dasar selalu dimiliki oleh masyarakat majemuk. Dimana sifat dasarnya yaitu:

  1. Terjadi segmentase pada bentuk kelompok seringkali mempunyai kebudayaan maupun subkebudayaan berbeda satu bersama yang lain.
  2. Mempunyai struktur sosial terbagi-bagi pada lembaga memiliki sifat nonkomplementer.
  3. Kurang kembangkan consensus antara masyarakat mengenai nilai sosial memiliki sifat dasar.
  4. Secara relative serinkali konflik antara kelompok satu bersama kelompok lainnya. 
  5. Secara relative dimana integritas sosial tumbuhnya di atas paksaan serta saling ketergantungan pada bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi berpolitik oleh kelompok terkait kelompok lainnya. 

Konflik

Berdasarkan ahli sosiologi, setiap kalangan masyarakat sebagai kesatuan sosial pada dirinya telah memiliki kandungan sumber ketegangan serta pertentangan potensial. Selain itu, konflik telah melekat pada setiap sistem sosial tersebut. 

Integrasi

Sebuah integrasi sosial bisa dikatakan sukses jika penuhi persyaratan diantaranya:

  1. Semua kalangan warga masyarakat merasa saling mengisi kebutuhannya, tidak saling rintangi maupun merugikan.
  2. Ada consensus maupun kesepakatan antar kelompok tentang norma sosial memberi arah terhadap tujuan dicita-citakan. 
  3. Bertahannya norma itu dengan relative lama serta tidak setiap saat berubah-ubah. 

Kesenjangan Sosial

Kesenjangan pada masyarakat terjadi apabia terdapat perbedaan kemampuan akses ekonomi serta politik. Kesenjangan sosial tersebut adalah faktor paling rentang terjadinya konflik pada warga masyarakat.

Pemecahan Persoalan Akibat Kemajemukan Masyarakat

multi cultural people
Photo by fauxels on Pexels.com

Dampak positif untuk Negara bermasyarakat majemuk yaitu Negara akan mempunyai keanekaragaman berbudaya menjadi kekayaan.

Sisi negatifnya jika Negara tersebut sama sekali tidak pandai dalam kelola masyarakat majemuk supaya tidak berkonflik, namun justru terjadinya integrasi bangsa. Terdapat faktir membuat proses sosialnya menuju pada arah integrasi.

Faktor tersebut yaitu:

  1. Ada tidaknya suatu kesatuan pendapat mengenai hal tujuan pokok ingin dicapai.
  2. Ada tidaknya suatu kesepakatan mengenai penyelenggaraan kehidupan yang nyata dianggap mencerminkan suatu kehidupan dicita-citakan. 
  3. Ada tidaknya suatu sistem sanksi berat serta berwibawa agar dapat mengarahkan tindakan individu maupun kelompok pada arah berdasarkan disepakati.

Di bawah ini adalah sikap harus dikembangkan agar dapat menjaga keuntungan warga masyarakat yang multicultural, yaitu:

  • Sikap toleransi pad alai budaya suku bangsa-bangsa yang lain.
  • Hilangkan sikap primordial mengarah terhadap sikap etnosentrisme serta ekstremisme.
  • Mengutamakan kepentingan Negara dan bangsa .
  • Berusaha selesaikan permasalahan tidak oleh kekerasan, namun oleh musyawarah.
  • Bersikap adil serta jujur untuk penyelenggaraan negara untuk melaksanakan tugasnya tanpa bedasarkan suku bangsa serta kelas sosial.
  • Mempunyai kesadaran sosial serta menyadari perannya dibawakan terutama penyelenggara Negara supaya tidak timbulkan konflik.
  • Mempunyai rasa nasionalisme tinggi agar dapat menjaga persatuan kesatuan.

Mengembangkan Sikap Toleransi serta Empati pada Kemajemukan

Multikulturalisme adalah konsep keanekaragaman kebudayaan serta kompleksitas kehidupan. Multikulturalisme memiliki tujuan agar dapat meredam suatu konflik pada kehidupan sosial, ekonomi, agama, serta politik.

Multikultural ini mendukung setiap kebudayaan budaya, potensi pengembangan, serta kemajuan dari ide keanekaragaman kebudayaan serta mendukung berlakunya demokrasi pada kehidupan masyarakat. 

Masyarakat multicultural ini tidak memiliki sifat homogeny, tetapi mempunyai karakteristik heterogen yang mana pola hubungan sosial antar individu pada masyarakat memiliki sifat toleran serta harus terima kenyataan agar hidup berdampingan dengan damai satu dengan lainnya meski bersama perbedaan-perbedaan melekat.

Sumber Materi: Buku Sosiologi Kelas 11 Semester 1 Terbitan BSE

rangkuman
Gravatar Image
Keseharian mengajar, hobi menulis dan membaca buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.