ringkasan sosiologi

Ringkasan Materi Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Posted on
Advertisements

Materi Sosiologi Semester 2 Kelas 10 Bab 5 K13 Revisi yang membahasa tentang Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian, akan dijelaskan pada kesempatan di bawah ini simak baik-baik.

Catatan Penting
Untuk mengakses materi Sosiologi lengkap dari kelas 10, 11, dan 12 kamu bisa klik tombol ringkasan materi di bawah ini!.

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
Photo by Christina Morillo on Pexels.com

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi bisa disamakan bersama bergaul. Pada pergaulan itu dipelajari banyak nilai, pola perilaku, norma individu maupun kelompok. Agar dapat mengetahui lebih detail tentang apa yang dimaksud dengan sosialisasi, segera simak definisi dikemukakan para ahli di bawah ini:

Charlotte Buhler

Sosialisasi merupakan proses membantu para individu belajar serta menyesuaikan diri pada seperti apa cara hidup serta cara perpikir suatu kelompok.

Koentjaraningrat

Sosialisasi merupakan seluruh proses yang mana individu semenjak kanak-kanak hingga dewasa, mengalami perkembangan, mengenali, berhubungan, serta sesuaikan diri bersama individu lainnya. 

Irvin L. Child

Sosialisasi merupakan segenap proses menuntut individu yang kembangkan potensi perilaku aktual yang diyakini kebenaran serta sudah dijadikan sebagai kebiasaan dan sesuai bersama standar kelompoknya. 

Peter L. Berger

Sosialisasi merupakan proses yang mana kalangan anak belajar untuk menjadi anggota beradaptasi pada masyarakat. 

Tujuan Sosialisasi

Tentunya setiap proses dipastikan mempunyai tujuan, sama halnya dengan sosialisasi. Di bawah ini berbagai tujuan sosialisasi.

  1. Memberi keterampilan serta pengetahuan dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya nanti saat di tengah masyarakat yang mana akan menjadi anggotanya. 
  2. Kembangkan kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan efisien serta efektif, dan kembangkan kemampuan untuk menulis, membaca, serta bercerita. 
  3. Kembangkan kemampuan untuk andalkan fungsi organic dari latihan mawas diri secara tepat.
  4. Tanapkan terhadap masyarakat nilai serta kepercayaan pokok terdapat pada kalangan masyarakatnya. 

Tahapan Sosialisasi

Penyesuaian diri secara berangsung-angsur terjadi, seiring perluasan serta pertumbuhan pengetahuan dan penerimaan setiap individu pada norma dan nilai yang ada pada lingkungan masyarakat. berdasarkan George Herbert Mead memiliki pendapat bahwa sosialisasi bisa diklasifikasikan dari tahapan di bawah ini:

  1. Tahapan Persiapan – Preparatory Stage
  2. Tahap meniru – Play Stage
  3. Tahap siap bertindak – Game Stage
  4. Tahap penerimaan norma kolektif – Generalizing Stage

Faktor Mempengaruhi Sosialisasi

Terdapat 2 faktor yang bisa mempengaruhi sosialisasi, diantaranya yaitu:

Faktor Instrinsik

Semenjak lahir manusia sudah mempunyai pembawaan berupa bakat, ciri, serta kemampuan khusus yang diwariskan oleh orang tuanya. 

Faktor Ekstrinsik

Semenjak manusia dilahirkan sudah mendapatkan pengaruh dari lingkungannya yang disebut factor ekstrinsik. Faktor ini berupa nilai, kebiasaan, adat, norma, sistem sosial, sistem mata pencaharian, serta sistem budaya.

Pola Sosialisasi

Pada sosialisasi dikenal dengan 2 jenis pola sosialisasi, diantaranya yaitu:

Sosialisasi Represif

Ciri dari sosialisasi represif yaitu diantaranya:

  1. Menghukumi perilaku yang mengalami kekeliruan.
  2. Adanya imbalan materil dan hukuman 
  3. Kepatuhan anak terhadap orang tua.
  4. Perintah sebagai salah satu komunikasi
  5. Komunikasi nonverbal maupun komunikasi searah berasal dari kedua orang tuanya. 
  6. Sosialisasi berpusat terhadap orang tua.
  7. Anak memperhatikan harapan para orang tua.
  8. Pada keluarga, biasanya didominasi.

Sosialisasi Partisipatif

Pada pola ini bahasa adalah sarana terbaik sebagai salah satu alat agar dapat membentuk hati nuraninya serta sebagai salah satu perantara pada pengembangan diri. Dapat diketahui bahwasanya sosialisasi partisipatif mempunyai ciri yaitu:

  1. Memberi imbalan untuk perilaku yang baik.
  2. Hukuman serta imbalan memiliki sifat simbolis.
  3. Otonomi anak.
  4. Interaksi sebagai salah satu komunikasi
  5. Komunikasi verbal maupun komunikasi 2 arag, baik anak ataupun orang tua. 
  6. Sosialisasi pusatnya terhadap anak.
  7. Pada keluarga biasanya memiliki tujuan sama. 

Media / Agen Sosialisasi

Terdapat 5 agen sosialisasi utama menjadi wahana yang mana individu mengalam sosialisasi agar dapat mmepersiapkan diri untuk masuk pada masyarakat sepenuhnya. 

Keluarga

Lingkungan pertama berhubungan bersama anak yaitu keluarga. Keluarga adalah kelompok sosial paling kecil hanya terdiri dari orang tua, saudara, dan kerabat terdekat. 

Teman Sepermainan Atau Kelompok Sebaya

Medsos selanjutnya yaitu teman sepermainan. Sosialisasi dengan proses tersebut berbeda bersama proses sosialisasi pada keluarga.

Sekolah

Sekolah bersama lembaga melaksanakan sistem secara formal adalah agen sosialisasi akan di bahas berikutnya. Fungsi pendidikan sebagai sebuah media sosialisasi, yaitu:

  1. Mengembagkan kemampuan anak untuk kenali potensi serta bakatnya.
  2. Melestarikan kebudayaan caranya mewariskan pada generasi selanjutnya. 
  3. Merangsang partisipasi melalui pengajaran keterampilan dalam berbicara serta kembangkan kemampuan berpikir.
  4. Memperkaya kehiduapn bersama ciptakan cakrawala intelektual serta cita rasa indah terhadap siswa dan tingkatkan kemampuan untuk sesuaikan diri.
  5. Meningkatkan pola keseharian dari pendidikan kesehatan jasmani dan olahraga.
  6. Menciptakan masyarakat mencintai bangsa tanah air.
  7. Mengadakan hiburan untuk umum yaitu pertandingkan maupun kesenian.

Lingkungan Kerja

Berada di lingkungan kerja, pasti akan melakukan interaksi bersama teman kerja, relasi bisnis, serta pimpinan. Melakukan interaksi pada lingkungan pekerjaan, tentu setiap kalangan jalankan peranan berdasarkan kedudukannya. 

Media Massa

Media Massa yaiu terdapat media cetak: surat kabar serta majalah, media elektronik: televisi, radio, film, video, serta internet. Penngkatannya teknologi komunikasi informasi bisa jadi peningkatan kualitas pesan dan frekuensi penyertaan kualitas pesannya.

Media Sosialisasi

Berdasarkan media yang memiliki peran untuk lakukan sosialisasi, maka bentuk sosialisasi ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:

Sosialisas Primer

Berdasarkan Peter L. Berger serta Luckman, pengertian sosialsasi primer merupakan sosialisasi pertama dilakuakn individu saat kecil yaitu belajar bersama keluarga.

Sosialisasi Sekunder

Adalah proses sosialisasi sesudah sosialisasi primer dimana mmeperkenalkan individu pada kelompok tertentu di masyarakat. 

Tipe Sosialisasi

Pengertian sosialisasi adalah proses yang mana individu mempelajari norma dan nilai berlaku ada masyarakat untuk kembangkan diri sendiri. Terdapat 2 tipe sosialisasi pada masyarakat, diantaranya:

Tipe Formal

Tipe yang satu ini terjadi dari lembaga berwenang berdasarkan ketentuan berlaku pada suatu Negara. 

Tipe Informal

Tipe ini ada pada masyarakat maupun pergaulan memiliki sifat kekeluargaan, misalnya antar teman, sahabat, serta kelompok sosial yang terdapat pada masyarakat. 

Pembentukan Kepribadian

Pengertian Kepribadian

Konsep kepribadian adalah konspe luas sekali, hingga sulit merumuskan 1 definisi yang bisa mencakup keseluruhannya. Agar dapat memahami tentang pengertian kepribadian, yaitu:

M.A.W Brower

Kepribadian merupakan tingkah laku meliputi corak dorongan, kekuatan, opini, keinginan, serta sikap seseorang.

Koentjaraningrat

Kepribadian merupakan susunan unsur akal serta jiwa menentukan perilaku maupun tindakan seseorang.

Theodore R. Newcomb

Kepribadian merupakan organisasi sikap dimiliki oleh seseorang sebagai salah satu latar belakang pada perilaku. 

Unsur dalam Kepribadian

Unsur-unsur mempengaruhi kepribadian seseorang yaitu diantaranya perasaan, pengetahuan, serta dorongan naluri. 

Faktor Membentuk Kepribadian

Pada umumnya, perkembangan kepribadian dapat dipengaruhi  faktor, yaitu:

  1. Warisan biologis – Heredity
  2. Warisan lingkungan alam – Natual Environmaent
  3. Warisan sosial – Social heritage maupun kebudayaan
  4. Pengalaman kelompok manusia – Group Experiences
  5. Pengalaman unik – Unique Experience

Tahap Perkembangan Kepribadian

  1. Fase pertama, dimulai semenjak anak yang memiliki usia 1 – 2 tahun saat mulai kenali diri pribadi.
  2. Fase kedua, fase efektif sekali untuk membentuk serta kembangkan bakat yang terdapat pada seorang anak.
  3. Fase ketiga, proses perkembangan fase ini adalah fase terakhir ditandai semakin sifatnya perilaku khas dari kalangan individu tersebut.

Sumber Materi: Buku Sosiologi Kelas 10 Semester 1 Terbitan BSE

rangkuman
Gravatar Image
Keseharian mengajar, hobi menulis dan membaca buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.