materi biologi

Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya

Posted on
Advertisements

Pada bab 11 ini akan disampaikan mengenai materi Biologi tentang Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya di Kelas 10 Semester 2 dengan ringkas. 

Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya

Keseimbangan Lingkungan dan Perubahannya
Photo by Pixabay on Pexels.com

Keseimbangan Lingkungan

Lingkungan hidup adalah ruang ditempati makhluk hidup dengan faktor abiotik dan biotik. Pada suatu batas tertentu, perkembangan populasi tikus tentunya tidak dapat bertambah, bahkan dapat menurun lagi seperti sebelumnya. Hal demikian karena tikus dimangsa ular / konsumen II sebagai makanan, akibatnya perkembangan populasi ularnya semakin meningkat.

Namun jika jumlah populasi tikusnya semakin berkurang dikarenakan dimangsa ular, maka populasi  ular pun akan berkurang hingga seperti keadaan sebelumnya. Keadaan ekosistem sawah ini berlangsung dengan silih berganti. Maka itu, pengendalian populasi ini terjadi dengan alami hingga tercipta keseimbangan lingkungan. 

Perubahan Lingkungan

Terjadi perubahan lingkungan dapat mempengaruhi adanya maupun kelangsngan makhluk hidup ada di dalamnya. Makhluk hidup di suatu lingkungan tentunya akan tergantung bersama satu dengan lainnya. Berbagai faktor yang bisa sebabkan terjadi perubahan maupun kerusakan lingkungan, diantaranya yaitu: 

  1. Faktor alam
  2. Faktor manusia

Pencemaran Lingkungan

Beberapa daun yang jatuh dari pohon terhadap sungai, sehelai daun itu bisa jadi tidak berarti apapun dikarenakan terbawa oleh arus sungai, dimana alirannya sedikit deras serta airnya sangat jernih. Dan ada pula yang membuang sampah ke sungai dengan jumlah yang banyak. 

Tindakan orang tersebut data menimbulkan permasalahan karena selain alirannya menjadi terganggu, maka menjadikan airnya keruh dan bisa menimbulkan bau tidak sedap. Hal demikian bisa mempengaruhi kehiidupan makhluk hidup di sungai. Apa saja pencemaran lingkungan nih, yaitu:

Penyebaran Bahan Pencemar

Contohnya yaitu, pencari ikan secara sengaja menebarkan bahan yang beracun yaitu potassium terhadap sungai, tindakan demikian selain sebabkan ekosistem sungainya rusak dikarenakan semua makhluk hidupnya yang ada di dalamnya mati, maka dapat sebabkan sisa bahannya beracun potassium terbawa aliran air sungai ke waduk, danau. Padahal danau tersebut adalah sumber pengairan / irigasi untuk sawah/ladang hingga akan terserap tanaman dan akan mengandung racun. 

Sumber Pencemaran

  1. Pencemaran fisik
  2. Pencemaran kimiawi
  3. Pencemaran biologis

Jenis Pencemaran

  1. Pencemaran udara
  2. Pencemaran air
  3. Pencemaran tanah
  4. Pencemaran suara

Dampak Pencemaran

  1. Keracunan serta penyakit
  2. Punah serta tidak terkendalinya perkembangan species
  3. Gangguan keseimbangan lingkungan
  4. Pemekatan hayati
  5. Terbentuknya lubang ozon
  6. Rumah kaca

Pengurangan Limbah / Sampah

Cara agar dapat menanggulangi limbah cair serta padat tentunya tidak harapkan agar tidak sebabkan polusi dengan prinsip ekologi dikenal dengan istilah 4R yaitu:

  1. Recycle / pendaurulangan
  2. Reuse / penggunaan ulang
  3. Reduce
  4. Repair

Pendaurulangan Sampah Organik

Sampah organic umunya berasal dari limbah rumah tangga, restoran, hotel, kantor, serta limbah pertanian. Jenis sampah itu sebenarnya masih banyak memiliki kandungan serat, air, serta senyawa organic kompleks. Limah / sampah organic tidak beracun bisa digunakan untuk tingkatkan produksi tanaman pertanian. 

Pendaurulangan Sampah Anorganik

Sampah anorganik merupakan sampah bukan berasal dari makhluk hidup. Dimana sampah tersebut asalnya dari bahan dapat diperbarui serta bahan berbahaya dan beracun. Antara jenis sampah tersebut dapat didaur ulang maupun recycle yaitu pemanfaatan lagi sampah masih bisa diolah lagi, misalnya besi, lastik, serta aluminium. 

Etika Lingkungan

Istilah etika ini asalnya dari istilah etis artinya pantas maupun sopan santun. Atika merupakan penilaian pada tindakan moralitas / tingkat laku maupun perbuatan baik maupun tidak baik yang dilakukan serta merupakan suatu hukum yang tidak tertulis. Etika baik tentunya harus dilakukan pada keseharian, misalnya tolong menolong, tenggang rasa, berbuat baik, serta tanggung jawab. Etika lingkungan berpedoman pada hal di bawah ini:

  1. Manusia bukan pendominasi lingkungan, namun adalah bagian dari lingkungan, maka itu manusia harus hargai lingkungan, seperti halnya hargai diri sendiri. 
  2. Lingkungan tidak hanya sediakan untuk manusia, namun disediakan pula bagi makhluk hidup lainnya, hingga manusia tersebut harus jaga kelestarian. 
  3. SDA terbatas yang digunakan untuk berbagai jenis kehidupan, tidak hanya sediakan bagi kepentingan manusia, maka manusianya harus pelihara serta rawat secara baik. 
  4. Manusia harus manfaatkan SDA terbatas serta menghemat pemakaian. 
  5. Manusia harus jaga keseimbangan, keindahan, serta kelestarian lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia. 

Etika-etika tentunya harus diimplementasikan pada kehidupan keseharian, hal demikian tentunya harus dilakukan, baik individu ataupun bersama-sama. Diantara contohnya yaitu:

  1. Membiasakan bang sampah ke tempatnya.
  2. Matikan energy listrik jika tidak sedang digunakan. 
  3. Hemat air. 
  4. Lakukan reboisasi maupun penghijauan pada sekitar lingkungan. 
  5. Tidak mencemarkan sumber air yang bersih, serta lainnya. 

Sumber Materi: Buku Biologi Kelas 10 Semester 2 Terbitan BSE

rangkuman
Gravatar Image
Keseharian mengajar, hobi menulis dan membaca buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.